Duh! Direktur Utama PT PLN Dipanggil KPK

Administrator Selasa, 24 Juli 2018 10:34 WIB

JAKARTA - Terkait kasus dugaan suap pembangunan PLTU Riau 1, KPK memanggil Direktur Utama PT PLN (Persero) Sofyan Basir untuk dimintai keterangannya.

Dengan mengenakan kemeja putih, Dirut PLN Sofyan Basir tiba di gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Jum'at, (20/7), sekitar pukul 10.00 WIB, dan langsung berjalan menuju ruang yang telah disiapkan, untuk dimintai keterangan secara langsung kasus dugaan suap pembangunan PLTU Riau 1.

Kabiro Humas KPK, Febri Diansyah mengatakan, dalam pemeriksaan bos PLN tersebut, KPK memintai keterangan dan mendalami soal peran PLN dalam skema kerja sama pembangunan PLTU Riau 1. Selain itu, penyidik akan mengonfirmasi hasil penggeledahan di rumah dan kantor Sofyan.

"Peran PLN dalam skema kerjasama di Riau 1 menjadi salah satu hal yang perlu didalami penyidik, sebelumnya KPK melakukan penggeledahan di rumah dan kantor yang bersangkutan," katanya.

Dalam kasus ini, KPK menetapkan Wakil Ketua Komisi VII, DPR Eni Maulani Saragih dan pengusaha Johannes Budisutrisno Kotjo sebagai tersangka kasus suap terkait kesepakatan kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau 1, di Provinsi Riau.

Eni diduga menerima suap dengan total Rp 4,8 miliar dari Johannes yang merupakan pemegang saham Blackgold Natural Resources Limited, untuk memuluskan proses penandatanganan kerja sama terkait pembangunan PLTU Riau 1.

Tahap pertama uang suap diberikan pada Desember 2017 sebesar Rp 2 miliar. Kedua, Maret 2018 sebesar Rp 2 miliar. Tahap Ketiga, pada 8 Juni 2018 sebesar Rp 300 juta. Keempat, Rp 500 juta yang merupakan bagian dari commitment fee 2,5% dari nilai proyek kontrak kerja sama pembangunan PLTU Riau 1.

T#gs HukumListrikNasional

Komentar

0 Komentar
Silakan Login untuk memberikan komentar.

FB Comments